Dakwa Burung Dengan Kasih Sayangnya

http://lensahati.files.wordpress.com/2009/02/020109-1754-burungburun2.jpg?w=163&h=208Apa yang ada di bumi dan di langit adalah menjadi tanda-tanda kekuasaaan Allah SWT. Akbar Al-Kundi adalah salah seorang yang perna merasakan bukti kekuasaan Allah itu. Tadinya ia ia termasuk orang yang suka melakukan kema’shiyatan. Bahakan tidak hanya itu, apapun yang namanya hukum Allah perna dilangarnya. Hampir setiap hari ia berbuat ma’shiyat. Ia tidak perna menjalankan perinta Allah SWT, apalagi mentaati hukumNya. Sepertinya selalu tengelam dalam kedurhakaannya. Berjudi, mencuri, berbuat dzalim dan main perempuan seda menjadi kegiatanya sehari-hari.

Pada suatu hari ia tidak terlihat seperti biasanya. Ia tampak tekun beribada dan menjauhi hal-hal mungkar, yang dulu menjadi pekerjaanya dan hobinya. Perubahan pada dirinya membuat orang-orang yang berada di sekitarnya tertarik untuk menggetahui latar belakang perubahanya itu. Ada salah seorang yang nekat mendekatinya, untuk bertanya tentang perubahan dirinya. Orang itu bertanya; “Bagaimana awal engkau berubah dan bisa bertaubat dan beribada setekun ini pada Allah,…. bukankah engkau yang tadinya ahli bermaksiat kepada Allah ?”.

Akbar Al-Kundi menceritakanya :”ketika itu aku sedang berada di jalan sepi untuk merampok dan merampas harta setiap orang yang lewat di jalan itu. Kebetulan di tepi jalan tersebut ada tiga pohon kurma yang salah satunya tidak berbuah. Tiba-tiba hingaplah seekor burung  ke salah satu pohon kurma yang berbuah. Aku terus memperhatikanya. Ternyata ia mengambil buah kurma setenga masak, lalu dibawa terbang ke kurma yang tidak berbuah tadi. Aku melihat burung tersebut melakukan hal tersebut sebanyak 10 kali. Heran juga hatiku melihat keadian ini. Dalam hati kecilku seperti ada yang menyuruh: ”bangun dan perhatikan terus apa yang dilakukan burung itu!”. Aku pun memperhatikanya. Kulihat di pucuk pohon kurma yang tidak berbuah itu ada seekor ular yang buta kedua matanya. Ternyata burung tadi ternyata burung tersebut memberi makan ular itu dengan kurma-kurma yang telah diambilnya dari kurma yang berbuah.

Melihat kejadian ini, alam bawah sadarku tergugah. Tak terasa aku pun menangis dengan tersedu-sedu. Disela-sela tangisanku, aku berkata dengan nada yang cukup keras :”Wahai Tuhanku! ular ini diperintakan oleh nabiMu untuk dibunuh. Engkau butakan matanya, lalu Engkau tugaskan seekor burung untuk mencukupi makanya. Aku adalah hambamu aku mengakui bahwasanya Engkau Maha Esa, apakah Engkau suru aku untuk merampok dan menggangu orang lain di jalan?”.

Tiba-tiba aku seperti amat sangat mara pada diriku sendiri. Aku patahkan pedang kesayangan yang selamaini membelaku dalam berbuat kejahatan. Kutaburi kepalaku dengan debusambil berteriak ”celaka,….! Celaka,…!

Ditengah keputusasaanku, aku mendengar dengan jelas suatu suara yang mengatakan: ”Kami telah menipumu!” maka aku katakan kepada teman-temanku sesama perampok: ”waspadalah wahai teman-temanku!” teman temanku lantas bertanya ”apa yang terjadi pad dirimu ucapanmu telah melemakan semangat kami”.

Pertanyaan teman-temanku kemudian aku jawab dengan ”Akau telah tengalm dalam kedurhakaan, sekarang akau baru mengetahui kesalahan perbuatanku ini !”.

Ucapanku rupanya cukup menohok jantung hati teman-teman. Akhirnya hati mereka terbuka juga, sebagaimana terbukanya pintu taubat bagi. Mereka mereka benar-benar sadar dari segala bentuk kejahatan yang perna dilakukanya. Kata mereka: ”Memang kita ini sudah jatuh terperosok dari kejahatan dan kema’shiyatan. Oleh kerena itu kita hentikan perduatan kita yang tidak baik ini dan kita kembali kejalan Allah !”.

Bersama sama kami melemparkan atribut lambang kejahatan kami selama ini. Begitu pula harta benda yang kita peroleh dengan jalan tidak halal. Sejak saat itu kami lebih memili lapar daripada barang haram. selama tiga hari kamia menjerit, menangis dan bertaubat kepada allah dalam keadaan tidak sadar dan binggung.

Setelah pertobatan kami kamipun berjalan memasuki sebuah perkampungan di pintu gerbang perkampungan kami didapati seorang wanita yang duduk di pintu gerbang perkampungan tersebut. Wanita iti lantas bertanya kepada kami: ”apakah ada diantara kalian yang bernama Akbar Al-kurdi?”.

Salah Seorang dari kami lantas bertanya: ”Apakah engkau mempunyai keperluan dengannya ?”.

Wanita itu menjawab ” Ya, aku punya keperluan dengannya. Dalam tiga hari ini aku bertemu dengana Nabi Muhammad saw dalam mimpi beliau bersabda: ”Berikanlah Akbar Al-kurdinapa yang diwariskan anakmu!”.

Maka dikenalkannlah wanita tadi denganku. Yang kemudian sunggu tidak aku sangka. Ternyata wanita itu menginfakan untuk kami 60 gulung kain.  Sebagian dari kain itu kami kenakan sampai tiba di rumah. Itu kisa awal pertaubatan kami kepada Allah”.

Hikmanya:

  • Setiap makluk di alam ini rezqinya telah ditaggung oleh allah termasuk rizqinya ular yang buta matanya yang bertenger di atas pohon kurma. Ular ini makan setiap hari dengan perantara seekor burung.
  • Burung saja yang tidak berakal punya rasa belas kasihan terhadap makluq yang lemah. Maka jika ada manusia tak punya rasa belas kasihan terhadap sesama, tidak punya kepekaan sosial, maka derajatnya masi kalah hormat dengan burung tadi.

Perihal muhammad habibi
Saya adalah siswa SMAN 1 Sangatta Utara

7 Responses to Dakwa Burung Dengan Kasih Sayangnya

  1. Adi mengatakan:

    Nice post, bisa buat renungan, salam kenal😀

    • abycinta mengatakan:

      salam kenal balik

  2. camera mengatakan:

    makasih postingnya…

    posting yang bagus…

    salam kenal…

    • abycinta mengatakan:

      makasi
      thax yahh

  3. Al islam mengatakan:

    Bagus postingx
    salam kenal yah!🙂

    • abycinta mengatakan:

      thanx

      salam kenal balik

  4. absolut mengatakan:

    bagus juga postingnya

    salam kenal yah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: