CERPEN: Bonek dan Aremania Berdamai? (mengapa tidak!!!)

Rangga adalah Bonek Mania, pendukung fanatik Persebaya Surabaya FC. Suatu hari, Rangga dan teman-teman pendukung Persebaya terlibat dalam perkelahian brutal, penyergapan sebuah bis yang berisi penuh dari Aremania, pendukung Arema Indonesia FC, lawan yang paling utama Bonek mania. Selama perkelahian itu, Rangga melihat seorang gadis Aremania yang wajahnya tidak bisa dia melupakan. Di sisi lain, Desi juga melihat Rangga dan tidak bisa menghilangkanya dari pikirannya.

Samapai suatau saat Rangga memutuskan untuk pergi ke Malang, sebelum pergi ke Malang di bertemu dengan Ari sahabatnya untuk berpamitan kepada Ari “Ri  Q mau pergi kemalang” ucap Rangga “Kamu uda Gila yah Bro? Mau nagapain Kamu ke malang?” kata Ari sambil melotot “ Q mau cari Cewek yang ada di dalam bis Aremania yang kita sergap itu, q g’ bisa ngelupai cewek itu Ri” kata Rangga. “Masa demi cewek kamu sampek mau setor nyawa, Q g ikut ikut kalo sampe Kamu ketangkep sama aremanai,bisa mati Kamu” kata Ari mengingatkan, Rangga pun tetap nekat untuk pergi ke malang untuk mencari Desi, ia segera menaiki bis yang menuju kota Malang hati rangga berdedak kencang saat bis yang ditumpangi Rangga sampai di kota Malang sesampai di terminal kota Malang, Rangga segera dikagetkan dengan banyaknya Aremania yang ada di jalan dekat terminal, maklumlah ada pertandinggan besar antara Arema melawan Persija Jakrata, Rangga segera turun dari bis “jika memang cewek ini hard core FC dari Arema. (Di mana pun timnya pergi, dia pergi …)pasti dia akan menonton pertandinggan ini” pikir Rangga di dalam hati, Rangga segera menuju stadion Kanjuruan kota Malang tempat dilangsungkanya pertandinggannya untuk mecari desi, saat dia berjalan di area kompleks stadion kanjurun matanya tertuju pada seorang gadis “ g’ salah lagi ini pasti gadis yang ada didalam bis waktu itu ” pikir rangga di dalam hati, tapi gadis itu mengobrol dengan banyak aremania Rangga pun segera menunggu saat yang tepat untuk mendekati gadis itu, akhirnya Aremania yg mengobrol dengan gadis itu pergi untuk masuk stadion setelah itu Rangga segera mendekati gadis itu. “Kaaaaaaaaaamuuuuu!!!” serentak gadi itu kaget melihat Rangga yang notabennya dia adalah Bonek mania dan dia datang ke kandang Aremania, ”kamuuuu,kamuu salah satu dari Bonek yang menyerang kami kan?” tanya gadis itu dengan nada yang tinggi, ”ssseeesttttttt jangan keras-keras” bisik rangga, ”mau apa kamu disini?” tanya Desi kepada Rangga, Rangga segera menarik tanggan Desi ke lorong stadion, ”ahhhhh… sakit lepas!!” pinta Desi kepada Rangga, ”Q kesini inggi menemui Kamu sejak Q pertama ketemu kamu Q g’ bisa ngelupain wajah Kamu” jawab rangga, ”terus kalo gitu apa maumu?”tannya desi ”Q ingin kita bisa bersama selamanya” jawab rangga

”Dessiiiiiiiiiii Dessiiiiiiiii cepat pertandingan sudah mau dimulaiiii” teriak seorang Aremania kepada Desi

”iya mas Q segera kesana” jawab Desi

”sudah dulu yah, eh yah, siapa nama kamu?” tanya desi ke rangga

”Q Rangga, ehhh nanti malam Q tunggu yah di Terminal kota Malang” jawab Rangga sambil memianta, ”desssssssiiiii cepat” panggil seorang Aremania tersebut kepada desi, ”iyaaaaaaaaa” jawab Desi, Desi segera meningalkan Rangga dan Rangga pun segera meniangalkan stadion sebelum keluar dari stadion Rangga bertemu dengan segerombolan Aremania yang dihajar Rangga dan kawan-kawannya  saat menyergap bis Aramamania, ”ehhhehhhh ituuuuu arek Bonek yang hajar kita saat di bis”  bisik salah satu Aremania kepada teman-temannya , ”iyaaaaa iyaaaaa” teriak seluruh gerombolan Aremania yang menghadap ke Rangga, Rangga segera berlari melihat gerobolan Aremania yang berlari mengejarnya, ”wooooyyywoooooyy hajaaaaarrrrr” teriak gerombolan Aremania kepada Rangga. Rangga terus berlari menuju gang-gang yah sepi akhirnya ia bersmbunyi di sebuah gudang di situ hati rangga meras was-was  ”kalo sampe Q ketangkep bisa mampus Q” pikir  Rangga dalam hati sekitar 15 menit dia bersembunyi akirnya dia keluar dengan persaan tetap was-was Rangga berjalan mengendap-endap untuk menuju ke terminal kota Malang denggan melewati lorong-lorong gang sesampai di terminal Rangga mulai bernafas lega karena di sekitar terminal tidak ada Aremania ”mungkin para aremania lagi nonton pertandinggan”  pikir rangga dalam hati. Rangga berjalan menuju masjid untuk beristirahat dan menghindari para Aremania. Tak terasa hari sudah malam sunyinya jalan terpecahkan oleh konfoi kendaraan bermotor oleh Aremania setelah konfi melewati terminal sudah lewat Rangga keluar menuju terminal disitu rangga mencari makan sambil menunggu desi , jam sudah menunjukan pukul 22:30 wib tapi Desi belum kunjung muncul, akhirnya Desi datang juga ”thanks yah uda mau datang” ucap Rangga ”ada masalah apa kamu menyuru Q datang kesini?” tanya Desi kepada rangga ”sebenernya q mau ngomong sesuatu sama kamu, sejak q pertama ketemu sama kamu, Q g’ bisa ngelupai kamu dan di dalam hati q, q pengen ungkapin sesuatu bahwa q sayang kamu!!” ungkap Rangga kepada Desi ”Q sebenernya juga gitu Ngga Q juga g’ bisa ngelupai kamu dan Q juga sayang sama kamu tapi kan kamu tau kita berdua ini berada dalam dua arus yang berbeda kamu taukan Q Aremanita sedangkan kamu bonek pasti itu kan menjadi permasalahan yang sangat rumit Ngga” ungkap Desi ”iya Q ngerti tapi kalo kita yakin pasti kita dapat bersatu” Rangga segera menjelsakan ” iya Q ngerti tapi ……..” desi mencoba untuk menjawab ”tapi apa semua itu dimulai dari keyakinan dan kasih sayang” ucap Ranggan kepada desi sejak saat itu meraka petermuan merka menjadi semakain intens Kakak dari Desi pun menjadi curiga ”g’ bisanya Adek Q pulang malem, minggu-minggu ini” Parman kakak dari desi ngomong sama temanya ”mungkin lagi pacaran Man” katah teman Parman ”cobah kamu selidiki yah Joh Adek Q pergi kemana?” pinta parman kepada bejo ”siap bossss” jawab bejo siap melaksanakan malam saat Desi mau pergi menemui Rangga sesampai di terminal tempat mereka biasa bertemu mereka pun mengobrol Bejo pun mengintai dari kejauhan apa yang akan dilakukan desi

dan Bejo pun terkaget-kaget saat melihat Rangga orang yang memukulinya di bis minggu lalu bejo segera menemui Parman dan menjelskannya kepada Parman semua apa yang dilihatnya, sesampai dirumah Desi sudah ditunggu oleh Parman di ruang tamu” hebat yah hebat kamu habis ketemu dengan siapa?” tanya Parman dengan nada yang sangat tinggi kepada Desi ”bertemu dengan siapa wong Desi tadilo kerumah teman!” jawab Desi dengan hati cemas ”jangan bohong tadi si Bojo q suru mengintai kamu bilangnya kamu bertemu dengan Bonek laknat itu” bentak Parman kepada Desi ”kalo sampai kami berhubunggna dengan bonek laknat itu akan q cari dan q tebas lehernya” kecam Parman kepada Desi ”tapi mas desi sayang sama rangga” jawab desi dengan menagis    ”sayang si sayang tapi jangan sama orang laknat” bentak parman kepada Desi,desi pun berlari menuju kamar tidur dan bu.Inem Ibu dari Parman dan Desi keluar karena kaget mendengar teriakan Parman ”ono opa se lehh?” tanya bu.Inem kepada parman ” iku lo bu desi g’ bisa di atur masa dia pacaran sama Bonek laknat” jawab Parman tetap dengan nada tinggi, Bu.Inem segera menuju kamar Desi ”Desiii, Desiii pacaran kok karo Bonek apa g onok arek Malang seng lebih ganteng? kamu tau kan sebab meninggalnya ayah mu!” ungkap bu.inem mencoba menasehati Desi, saat itu Ayah Desi meninggal karena Ayah Desi mencoba menolog Parman yang digebuki Bonek saat terlibat tawuran saat Aremania melawan Bonek di perbatasan dekat Sidoarjo Ayah Desi meninggal karena  digebuki Bonek Mania  sedangkan Parman sendiri selamat, ”iya bu Desi tau tapi g’ semua anggota Bonek seperti itu kan!!” bantah desi, ”yasudalah kalo itu memang maumu” jawab bu.Inem, setelah bu.Inem pergi

Desi kemudian sms rangga ”ngga kamu g’ usa lagi ke Malang karena kakak q uda tau hubungan kita” begitulah bunyi sms desi kepada Rangga

keesokan harinya

Rangga kembali lagi ke Surabaya, Rangga segera menuju Green Shop tempatnya bekerja tak seorang pembelipun yang datang menghampiri toko Rangga akhirnya Ari datang menemui rangga ”kok tumben sepi pada kemana anak-anak?” tanya Ari kepada rangga ”gak tau ne gak biasanya” jawab rangga lalu seorang pria yang sudah tidak asing lagi mendatangi rangga dai adalah Hamin Gimbal dirijenn dari Bonek ”bilangnya anak-anak kamu pergi ke Malang untuk nemuin cewek yang ada di bis Arema?” tanya  Hamin Gimabal kepada Rangga ”Iya kang” jawab Rangga ”kamu mau jadi penghiatant kalomemang gitu kamu jangan lagi menjadi dan mengaku menjadi bonek serta lebih baik kamu pergi dari Surabaya dan g’ usa jualan atribut Bonek Mania lagi” bentak Hamin Gimbal kepada Rangga ”tapi mas gimana saya mendapatkan uang inikan usaha saya satu-satu nya” jawab rangga memelas ”Q g’ mau tau yang pentig kamu uda menyalai aturan yang sangat besar dalam tubuh Bonek” tegas Hamin Gimbal dan lagsung meningalkan Green Shop ”apa kata Q Ngga sudah dibilag kamu g usah ngejar-ngejar cewek itu lagi sekarang masalahnya jadi tambah rumitkan” kata ari sambil mencoba menasehati Rangga ”tapa Ri Q uda terlanjur sayang sama dia” kata Rangga ”yasudalah terserah kamua aja” kata Ari sambil menggangkat tasnya ”udah dulu yah ngga q mau pulang dulu” kata Ari berpamitan kepada rangga ”kok buru-buru baget si kamu” kata rangga ”ia Q mau ke Bestkemnya Serdadu  Bonek dulu” kata Ari dan Ari pun segera meninglakan green shop. Malam harinya rangga berangkat pergi ke rumah Ari ”Ar Ariiii” panggil Rangga, Ari keluar rumah menemuai Rangga ”wohh tumben kamu kerumah Q ada urusan apa?” tanya ari kepada Rangga ”Ri Q mau ngomong sesuatu sama kamu!” kata Rangga ”kamu mau ngomong apa?ngomong aja” kata ari dengan senyum ”q mau pinjem uang sama kamu Ri u mau kan minjem uang” kata rangga sambil memelas ”waduh g’ biasanya kamu pinjem uang, emang mau kamu buat apa sih?” tanya ari sabil heran ”Q butuh uang untuk ke Malang nemuai Desi” kata Rangga ”Rangga, Rangga kamu itu uda gila yah? yauda kamu mau pinjem berapa sih? tanya Ari lagi kepada Rangga ”Q mau minjem Rp.500.000 Ri u ada kan? minggu depan lagsun Q kembalikan!” kata Rangga ”kalo segitu Q g’ ada ne Rp.300.000 bawa aja” kata Ari sambil mengeluarkan dompernya dan menggambil uang Rp.300.000 ”thanks yah Ri u memang sahabat q yang paling baik” kata rangga sambil menepuk bahu Ari ”yah sama-sama sesama sahabat memang harus begitu” kata Ari ”ia brow udah malam ne q mau balik dulu yah” kata rangga sambil melihat jam tanggannya ”ia hati-hati kamu di Malang jangan sampe kamu ketangkep kalo ketangkep bilag ada salam mati dari arek Bonek Waru” kata ari sambil bercanda ”santai brow arek Bonek iku Nekata n berani” kata rangga sambil menyalakan sepeda motornya Rangga lagsung pergi menuju rumahnya keesokan harinya Rangga segera menuju terminal Purabaya Surabaya, sesampai di teminal Rangga langsung menaiki bus menuju malang dengan perasaan tetap was-was rangga tetap bernekat untuk menemui Desi kabetulan akan ada pertandingan antara Persela Lamongan menghadapi Arema Indonesia jadi jalanan di kota Malang dipenuh sesaki oleh Aremania yang ingin menyaksikan laga tersebut bis yang  di tumpanggi  rangga ingin belok menuju terminal namun terhalang oleh gerombolan Aremania sehinga bis tidak bisa jalan dan ada dari Aremania yang masuk kedalam bis dan memerintakan kepada seluruh penumpang agar mereka keluar dari bis Rangga pun merasa tidak tenag pada saat dia keluar dari bis dia dilihat oleh seorang Aremania yang digebukinya waktu di dalam bis sepontan orang itu lagsung mengejar tapi dengan sigapnya Rangga berlari dan terjadi saling kejar, orang yang mengejar rangga seakin bayak dan Rangga segera memasuki perkampunggan ia pun  segera berlari diantara selah-selah gang yang kecil pada saat rangga kebinggungan mencari jalan dan banyaknya aremania yang mengejar rangga ada seorang gadis yang membukakan pintu rumah ”sestttt cepat masuk ke sini” bisik gadis itu mempersilahkan Rangga masuk, Rangga pun masuk kedalam rumah tersebut dan ternyata gadis tersebut adalah desi Rangga sedikit bernafas lega karena dia sudah terselamatkan dari kejaran aremania

”ngapai kamu kesini lagi kan suda q bilang jangan kesini lagi?” tanya Desi kepada Rangga ” q kepengen ketemu kamu Des” kata rangga dengan nafas ngos-ngossan yaudah

“kamu istirahat disini dulu yah ini rumah Pak.Parto orangnya baik dan g’ngerti sepak bola jadi kamu aman disini q mau nonton pertandinggan ini kalo sampe g’ q pasti dimarain sama kakak q” kata Desi kepada Rangga setelah hampir satu jam Rangga menunggu di rumah Pak.Parto beberapa saat kemudian Desi kembali lagi ke rumah Pak.Parto untuk membawakan makanan dan minuman untuk Rangga tidak di sangka Parman kakak Desi menyuru Bejo untuk memata-matai Desi setelah melihat kejadian itu Bejo segera melaporkanya kepada Parman, Parman serta Aremania yang lain bergegas menuju rumah dari Pak.Parto mereka membawa balok-balok kayu serta berbagai senjata tumpul Pak.Parto yang sedang santai di depan rumah dan melihat kejadian itu lagsung saja memberitau ke Desi ”Non,Den, diluar ada Mas Parman sama anak buanya, mereka mencari Non dan Aden” kata Pak.Parto kepada Desi dan Rangga ”apa Mas Parman, pasti mereka sudah mengetahui tempat persembunyian kita” kata Desi kepada Pak.Parto dan mereka berdua segera  berlari melewati pintu belakang secepat mungkin tapi mereka dikejar oleh Parman dan Aremania lainya mereka melewati jalan-jalan dan lorong-lorong gang kecil ”cepat Des kita bisa tertangkap”  kata Rangga. Desi terjatuh saat dia berlari ”aduuhhhh”terik Desi meringgis kesakitan sini biar q gendong kata Rangga, Aremania semakin mendekati mereka, sambil mengendong Desi,  Rangga berlari sekuat mungkin sampai pada jalan buntu mereka tidak bisa kemana-mana lagi karena sudah dikepung oleh Aremania mereka berdua saling melindungi Desi yang ditarik dan dipisakan dari Rangga, Rangga pun dihajar oleh para Aremania terutama oleh Parman yang ingin membalaskan dendam ayahnya ”mapus kamu bonek laknat” kata Parman saat mau memukul Rangga dengan balok kayu. Desi meronta dan lepas dari pegenggan Aremania lainya ”tidakkkkkkkkkk” terriak desi sambil berlari dan melindunggi Ranggga dari pukulan Parman dan akhirnya pukulan dari Parman mengenai kepala dari Desi yang melindungi Rangga sampai membuat kepala Desi berkucurkan darah dan tak sadarkan diri, Rangga pun menagis dengan badan penuh luka memar Rangga membawa Desi ke Rumah Sakit terdekat sesampai di Rumah Sakit ”maaf saudara parman adik anda terkena gagar otak dan harus segera dioprasi apakah anda memberikan izin dari pihak keluarga” kata Dokter yang menangani Desi ”iya Dok” kata parman dengan menagis pada saat oprasi Desi dilaksanakan Rangga Parman, serta Ibu dari Desi menunggu dengan cemas di ruanggan tunggu saat oprasi sudah selesai 1 hari kemudian Desi sadar ”kaakak” pangil Desi tersengal-sengal ”iya Des, kakak disini” kata Parman ”kakak Desi ada permintaan sama kakak” jawab Desi ”iya Des katakan saja pasti kakak akan berikan” kata Parman sambil menangis ”Desi pengen kakak nerima Rangga dan Desi juga pengen Aremania bisa baikan sama Bonek Mania, kakak mau kan penuhin permintaan Desi” kata Desi iya pasti akan kakak penuin apa pun asalkan kamu cepat sembuh” kata Parman parman pun segera meninta rekanya seluruh Aremania untuk meminta perdamaian kapada para Bonek Mania dan di Surabaya para Bonek Mania yang mengetahui hal tersebut segera ingin ke kota Malang untuk menjenguk keadaan Rangga dan Desi serta meminta perdamaian di antara Bonek Mania dan Aremania yang sudah lama berseteru niatan yang baik dari para Bonek Mania di sambut dengan baik pula oleh para Aremania

di Rumah Sakit, Parman merasa kebingungan dengan besarnya tagian untuk perawatan Desi perwakilan dari kedua belah pihak yang mengetahui hal tersebut segera menyusun rencan untuk membuat pertandinggan amal antara Persebaya Surabaya menghadapi Arema Indonesia untuk menyumbang  biaya pengobatan Desi selama di Rumah Sakit. Pertandinggan tersebut dilaksanakan di Stadion Kanjuruan kota Malang para Bonek Mania dan para Aremania antusias untuk hadir dalam pertandingan itu mereka saling berdampingan, perdamaian ini tidak hanya terjadi antara suporter Aremania dan Bonek Mania saja tapi juga seluruh suporter yang dulunya bermusuhan seperti The jack Jakarta dengan Viking Bandung yang notabennya keduanya adalah musuh bebuyutan  agar teciptanya Sepak Bola yang maju dan indah di Indonesia perdamain tersebut disambut hanggat oleh Mentri Pemuda dan Olahraga (menpora) dan menbuaat Rangga dan Desi hidup bahagia mereka berdua menikah dan memiliki usaha yang sukses.

Perihal muhammad habibi
Saya adalah siswa SMAN 1 Sangatta Utara

6 Responses to CERPEN: Bonek dan Aremania Berdamai? (mengapa tidak!!!)

  1. rumor mengatakan:

    pertamaccxx

    alangkah indahnya bersatu

  2. Reszky mengatakan:

    Cerpen y bagus ingat bro perdamaian itu indah

  3. rumahhumor mengatakan:

    Keren bro…
    Moga suporter d indonesia selalu b’damai……

    • muhammad habibi mengatakan:

      ia termasuk juga maz-man siiippp

  4. aris mengatakan:

    mungkin Anda butuh software design grafik, windows atau mau download film silahkan kunjungi http://abdoelcharies.blogspot.com/, semoga bermanfaat

  5. jpunk koar koar mengatakan:

    cerito taek…
    gathel…

    bonek ga kmana-mana…
    tapi ada dimana-mana…

    ayo aremania, dadio bonek mania…

    ini merupakan cerita seorang pemuda yang membuat seorang wanita menjadi bonita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: